Jumat, 19 Oktober 2012

Pengertian Dan Tujuan Ilmu Sosial Dasar


Pengertian dan tujuan ilmu social dasar
Mata kulliah ilmu social dasar merupakan mata kuliah yang menjurus ke analisis atas aneka fenomena social masyarakat dengan segala masalah-masalahnya, manusia sebagai makhluk social tentu tidak akan mungkin bisa memisahkan (mengasingkan) hidupnya dengan manusia lainnya apa lagi terhadap lawan jenisnya. sudah bukan rahasia semua keragaman bentuk kebudayaan, tatanan hidup, dan system kemasyarakatan terbentuk karna interaksi social antara satu manusia dengan manusia lainnya, sejak zaman onta sampai zaman Toyota, manusia telah di sibukan dengan berbagai aturan dan norma dalam kehidupan berkelompok mereka. Dari situlah keterciptaan ilmu pengetahuan terbukti memainkan peranan yg cukup signifikan.
Ilmu pengetahuan bukan hanya dipahami atau dilakukan dengan teori ilmiah, ilmu pengetahuan seharusnya di pandang juga sebagi sebuah peruses, kegiatan, dan sebuah kemampuan yang harus dimiliki oleh para ilmuan. Mahasiswa yang diorientasikan untuk menjadi sosok ilmuwan yang akan peka atas permasalahan sosial yg ada dan diharapakn mampu memperoses keterciptaan ilmu pengetahuan tersebut, kemampuan tersebut harus dimulai dengan mengetahui dan memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan melalui kemampuan membaca berbagai hasil teori dan kajian ilmu sosial itu sendri. Artinya pada kesimpulannya mahasiswa tidak begitu saja menerima teori hokum ilmiah yang telah ada, melainkan mampu memberikan inovasi-inovasi baru atas fenomena sosial sabagai karya mereka. mata kuliah ilmu sosial dasar menjadi mata kuliah pengantar demi terhujutnya tujuan tersebut.
Pengertian ilmu sosial dasar (ISD) :
Ilmu sosial dasar atau yang dikenal dalam bahasa inggris social science yang artinya ilmu sosial. ISD adalah pengetahuan yang menelah masalah-masalah sosial dalam kehidupan masyarakat, kususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat itu sendri, dan membicarakan hubungan timbale balik antara manusia dengan lingkungannya. Dan pada intinya seluruh masyarakat setiap harinya selalu mendapat masalah - masalah baru yang timbul akibat kontak sosial mereka sendri. ilmu sosial dasar sebagai konsep dasar untuk memahami sebuah permasalahan dapat memberikan sebuah solusi yang dapat mengacu pada kehidupan yang baik dalam bermasyarakat.
Tujuan ilmu sosial dasar (ISD) :
Ilmu sosial dasar bertujuan untuk memperkembangkan wawasan akan pemikiran dan keperibadia agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih baik dan luas, serta diharapkan dapat memberikan pengetahuan umum tentang konsep-sonsep yang di kembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial seperti di bawah ini :
·      memahami permasalahan sosial yang timbul terhadap interaksi sosial bermasyarakat.
·      mencari solusi yang terbaik dalam menyelesaikan suatu permasalahan sosial.
·      dapat mengetahui sebuah permasalahan dengan cepat dan tidak diskrimanan dalam menyelesaikan sebuah masalah.

referensi : http://gegehare.blogspot.com/2010/09/ilmu-sosial-dasar-universitas-gunadarma.html
               http://arividiantegar.blogspot.com/2011/12/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup.html

individu, keluarga dan masyarakat

1. Individu
Individu berasal dari kata latin individuum yang berarti tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan hidup yang sangat istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu tersebut, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang berprosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya sendri, Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi. Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap individu dan khususnya terhadap pembentukan individualitasnya adalah besar, namun sebaliknya individu pun berkemampuan untuk mempengaruhi masyarakat. Kemampuan individu merupakan hal yang utama dalam hubungannya dengan manusia.
 2. Keluarga
 Keluarga merupakan sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti nuclear family terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka yang selalu ada untuk kita.

Pengertian Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut Departemen Kesehatan RI 1998).
Kumpulan dari beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. (menurut Ki Hajar Dewantara).
Keluarga merupakan dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.(Menurut Salvicion dan Ara Celis).

 Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah :
·         Unit terkecil dari masyarakat
·         Terdiri atas 2 orang atau lebih
·         Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah
·         Hidup dalam satu rumah tangga
·         Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga
·         Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
·         Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
·         Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan

Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :
Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, memberikan pendidikan kepada anak-anaknya, pelindung dan pemberi rasa aman kepada anak dan istrinya, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
Peran Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual agar menjadi anak yang di harapkan.

Tugas-tugas Keluarga

Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut :
·         Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
·         Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
·         Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
·         Sosialisasi antar anggota keluarga.
·         Pengaturan jumlah anggota keluarga.
·         Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
·         Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
·         Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Fungsi Keluarga

 Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :

Fungsi membeikan pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.

Fungsi Sosialisasi anak. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

Fungsi Perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

Fungsi Perasaan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.

Fungsi Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.

Fungsi Rekreatif. Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.

Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.

Dan memberikan kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

referensi : http://abyfarhan7.blogspot.com/2011/12/pengertian-individu-keluarga-dan.html